Mamuju Tengah, Sulawesi Barat_ Sejak Aktivasi Posko pada 27 November yang berlaku hingga 31 Desember 2025, Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Basah dan Cuaca Ekstrem Kabupaten Mamuju Tengah terus menunjukkan kinerja optimal dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya potensi bencana.
Dengan melibatkan personil gabungan dari BPBD, TNI, POLRI, DAMKAR, Dinas Sosial, PMI, BAZNAS, PSC serta dukungan teknis dari berbagai OPD terkait, aktivitas posko berjalan intensif selama 24 jam sesuai jadwal masing masing Regu.
Pemantauan TMA Sungai Budong-Budong Terus Diperketat
Salah satu fokus utama Tim Posko adalah pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Budong-Budong, sebagai sungai besar yang menjadi indikator utama potensi banjir di wilayah Kecamatan Topoyo dan sekitarnya.
Tim patroli secara berkala turun ke sejumlah titik pantauan untuk memastikan kondisi sungai tetap aman dan melaporkan setiap perubahan signifikan ke Pusat Komando Posko.
Pemantauan ini menjadi penting mengingat Peringatan Dini Cuaca BMKG Beberapa Pekan terakhir Menunjukkan Wilayah Mamuju Tengah Dengan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat, Sehingga Kemungkinan Hujan Di hulu itu bisa saja terjadi.
Aktif Menyebarluaskan Informasi Peringatan Dini BMKG
Menghadapi dinamika cuaca ekstrem, personil Posko Siaga Darurat juga aktif menerima, mengolah, dan menyebarluaskan informasi peringatan dini dari BMKG kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
Informasi tersebut meliputi:
Potensi hujan sedang hingga lebat
Ancaman angin kencang
Waspada banjir dan tanah longsor
Kondisi cuaca harian untuk semua kecamatan
Distribusi informasi dilakukan melalui grup-grup resmi pemerintah, kanal media sosial, serta koordinasi langsung dengan pemerintah desa untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi cepat dan akurat.
Penebangan Pohon Berisiko di Wilayah Kecamatan Topoyo
Sebagai bagian dari mitigasi non-struktural, tim gabungan juga melakukan penebangan dan pemangkasan pohon di beberapa titik rawan di Kecamatan Topoyo.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi:
Pohon tumbang akibat angin kencang
Gangguan akses jalan
Potensi bahaya listrik dan fasilitas umum
Risiko terhadap rumah warga dan jalur evakuasi
Selama masa siaga, seluruh personil gabungan menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan tugas.
Posko yang dipusatkan di Halaman Tugu Benteng Tobadak berfungsi sebagai pusat kendali operasi, koordinasi informasi, hingga tempat konsolidasi semua unsur.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan posko dalam:
Deteksi dini potensi bencana
Respons cepat terhadap laporan masyarakat
Mobilisasi personil dan peralatan
Penyampaian informasi publik yang akurat
Penanganan kejadian darurat di lapangan
Dengan berjalannya Posko Siaga Darurat hingga 31 Desember 2025, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju Tengah melalui BPBD terus mengimbau masyarakatnya untuk tetap waspada, mengikuti arahan resmi, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana.
Kerja keras tim gabungan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan perlindungan masyarakat di tengah cuaca yang semakin tidak menentu.
@PusdatinBpbdMateng
---------------------











Tidak ada komentar:
Posting Komentar