BPBD Kabupaten Mamuju Tengah Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi Basah & Cuaca Ekstrem

Mamuju Tengah — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah dan cuaca ekstrem, pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Rapat Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju Tengah.

Rapat ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Ibu Litha Febriani, S.E., M.Si, selaku Kepala Ex-Officio BPBD, bersama jajaran OPD lintas sektor, serta perwakilan TNI, Polri, Baznas, PSC 119, dan sejumlah Relawan Kebencanaan di Mamuju Tengah.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamuju Tengah, Drs. Sigit Dwi Hastono, memaparkan infografis data kejadian bencana dan peta wilayah rawan yang berpotensi terdampak banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang ekstrem. Data tersebut menjadi dasar penyusunan:

  • Rencana Operasi Penanggulangan Bencana

  • Mekanisme Koordinasi Lintas Sektor

  • Draft Aktivasi Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Basah & Cuaca Ekstrem Tahun 2025

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, lembaga kemanusiaan, serta relawan dapat bergerak secara terstruktur, cepat, dan efektif apabila situasi darurat terjadi.

Rakor tersebut juga merupakan tindak lanjut dari dua surat edaran penting:

  1. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 300.2.8/9333/SJ
    Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

  2. Surat Edaran Gubernur Sulawesi Barat Nomor 50 Tahun 2025
    Tentang Peningkatan Kewaspadaan Menghadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi Basah dan Cuaca Ekstrem.

Kedua kebijakan tersebut menegaskan perlunya pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem peringatan dini, mempersiapkan logistik, serta mengoptimalkan koordinasi antar-instansi.

BPBD Mamuju Tengah menekankan bahwa kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. Dengan adanya rakor ini, seluruh instansi sepakat untuk:

  • Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah dan Cuaca ekstrem 2025

  • Memperkuat mitigasi di wilayah rawan

  • Mengaktifkan jalur komunikasi cepat antar-instansi

  • Menyiapkan personil, peralatan, dan stok logistik

  • Mendukung rencana aktivasi Posko Siaga Darurat dalam waktu dekat

Rakor ditutup dengan penyusunan langkah tindak lanjut sebagai persiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2025.

@PusdatinBpbdMateng

------------------------------


Tidak ada komentar:

Posting Komentar